My Story

Ceritaku hari ini, 08 Oktober 2020.

Cloud Storage Ceph memakai SSD
Posted by dhenymuhammadismail

PART 1.

Pagi ini sambil ndengerin Spotify, sambil Facebook-an, aku sedang instal OS Debian 10 (Buster) Kde Plasma di USB Flashdisk Sandisk 64GB. Ternyata lama sekali instalasinya.. hehehe.. Dalam hati, “Bisa enggak ini nanti aku terapin infrastruktur cloud di dalamnya pakai Ceph ??”.. hiks hiks.. Bismillah, semoga bisa..

Hardware yang aku pakai adalah ASUS S340MC (https://www.asus.com/Tower-PCs/ASUS-S340MC/) dengan spesifikasi :

  • Processor : i3 Generasi ke-8.
  • RAM : 16GB x 2 (32GB) Team Elite 2400 MHz (Non ECC).
  • USB Flashdisk : Sandisk 3.0 64GB.

Dengan spesifikasi diatas sudah aku test bisa running Cloud dengan Ceph versi terbaru yaitu versi 15.x di 1 HDD WD 500GB dan 3 SSD V-Gen 128GB.

Server 2 Proxmox sedang running Cloud Storage Ceph versi 15.x.

Tapi apakah bisa running di hanya 1 buah USB Flashdisk Sandisk kapasitas 64GB dengan kondisi Processor dan RAM seperti diatas ??

Saya akan update perkembangannya di sini lagi melalui PART berikutnya yaa.. In sya Allah.. 🙂

PART 2.

Nahh.. sudah sudah selesai instal Debian 10 Kde Plasma untuk Desktop nya. Tujuannya apa saya instal Desktop juga, supaya bisa akses server Cloud nya hanya dengan 1 buah komputer saja. Ringkas kan yaa.. heheh..

Tampilan Debian 10 Kde Plasma Desktop.

Mungkin nanti ada yang bertanya-tanya, kenapa yang diinstal itu Debian 10 Kde Plasma?? Alasannya karena :

  1. Kita nanti akan pasang Cloud Ceph di OS Proxmox 6.x yang notabene Proxmox 6 itu based-nya adalah Debian 10.
  2. Dengan DE Kde Plasma, diharapkan tidak akan memakan banyak memory RAM saat proses Cloud nanti berjalan di Proxmox-nya.
  3. Mempermudah untuk mempelajari, memahami serta memanajemen server Cloud nya dari sisi Desktop-nya saja. Jadi, 1 buah komputer saja cukup. Namun memungkinkan juga bisa diakses di komputer yang berbeda.
  4. Supaya tidak bosan dengan tampilan server-nya nanti.. hehehe.. Yang sebetulnya itu baiknya adalah tanpa GUI (Graphical User Interface).
  5. Mudah untuk include-kan modul materi di dalamnya baik dalam bentuk .odt maupun .pdf. Tinggal klik, langsung bisa dibaca.. heheh..

Okay gitu yaa.. Aku mau coba install Proxmox 6 di Debian 10-nya dulu.. 🙂

Catatan :

O yaa.. Ini aku sudah bisa remote via SSH ke OS Debian nya baik pakai superuser “root” maupun user biasa “dheny”. Sekarang saya akses nya sudah melalui komputer yang berbeda. Alhamdulillah.

PART 3.

Proxmox di Debian 10 berhasil aku instal. Alhamdulillah.. Dan berikut ini adalah screenshot di mana saya akses server Proxmox-nya di komputer dengan jaringan yang berbeda (dihubungkan oleh Router).

Akses Server Proxmox dengan nama server “cloud” di komputer dan network yang berbeda.

Selanjutnya akan saya instal infrastruktur Cloud menggunakan software Ceph di atas Proxmox-nya. (terlihat di gambar diatas, versi Proxmox adalah 6.2-12.)

Akan saya coba memakai Ceph versi stable paling terbaru saat ini dulu yaitu versi 15.x.

PART 4.

Silakan boleh baca selanjutnya.. 🙂

Related Post

Leave A Comment